Senin, 15 Mei 2023

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Tata cara shalat idul fitri/aidil fitri

https://pelajarannagamaislam.blogspot.com/2023/05/tata-cara-shalat-idul-fitri.htmlKala hari raya idul fitri ataupun idul adha datang, segala umat islam yang tidak terdapat uzur disarankan buat keluar rumah, tidak terkecuali wanita haid. Wanita yang lagi haid memanglah dilarang buat shalat tetapi dia disarankan ikut mengambil keberkahan momen tersebut serta memperingati kebaikan bersama kalangan muslimin yang lain. Tiap orang pada dikala itu disarankan menampakkan kebahagiaan serta kegembiraan.
Hukum shalat identity merupakan sunnah muakkadah( sangat disarankan). Semenjak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, rasulullah tidak meninggalkannya sampai dia meninggal, setelah itu ritual seragam dilanjutkan para teman dia.
Secara global ketentuan serta rukun shalat idul fitri tidak berbeda dari shalat fardhu 5 waktu, tercantum soal hal- hal yang membatalkan. Tetapi, terdapat sebagian kegiatan teknis yang agak berbeda dari shalat pada biasanya. Kegiatan teknis tersebut berstatus sunnah.
Waktu shalat idul fitri diawali semenjak matahari terbit sampai masuk waktu dhuhur. Berbeda dari shalat idul adha yang disarankan mengawalkan waktu demi berikan peluang yang luas kepada warga yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat id, shalat idul fitri disunnahkan memperlambatnya. Perihal demikian buat berikan peluang mereka yang belum berzakat fitrah.
Shalat id dilaksanakan 2 rakaat secara berjamaah serta ada khutbah setelahnya. Tetapi, apabila terlambat tiba ataupun hadapi halangan lain, boleh dicoba secara sendiri- sendiri( munfarid) di rumah dibanding tidak sama sekali.
Berikut tata metode shalat identification secara tertib. Uraian ini dapat ditemukan antara lain di kitab fashalatan karya syekh khr asnawi, salah satu pendiri nahdlatul ulama asal kudus; ataupun al- fiqh al- manhajî‘ ala madzhabil imâm asy- syâfi‘î( juz i) karya musthafa al- khin, musthafa al- bugha, serta ali asy- asyarbaji.
Awal, shalat idul fitri didahului hasrat yang bila dilafalkan hendak berbunyi“ ushallî sunnatan li‘îdil fithri rakataini”. Ditambah“ imâman” jika jadi imam, serta“ mamûman” jika jadi makmum.
أُصَلِّيسُنَّةًلعِيْدِاْلفِطْرِرَكْعَتَيْنِ(مَأْمُوْمًا/إِمَامًا)لِلّٰهِتَعَــالَى
maksudnya:“ saya bernazar shalat sunnah idul fitri 2 rakaat( jadi makmum/ imam) sebab allah ta’ ala.”
Hukum pelafalan hasrat ini sunnah. Yang harus merupakan terdapat iktikad secara sadar serta terencana dalam batin kalau seorang hendak menunaikan shalat sunnah idul fitri. Lebih dahulu shalat diawali tanpa adzan serta iqamah( sebab tidak disunnahkan), melainkan lumayan dengan menyeru" ash- shalâtu jâmi‘ ah".
Kedua, takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Sehabis membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi sampai 7 kali buat rakaat awal. Di sela- sela masing- masing takbir itu disarankan membaca:
اللهُأَكْبَرُكَبِيرًا،وَالْحَمْدُلِلّٰهِكَثِيرًا،وَسُبْحَانَاللهِبُكْرَةًوَأَصِيلًا
maksudnya:“ allah maha besar dengan seluruh kebesaran, seluruh puji untuk allah dengan pujian yang banyak, maha suci allah, baik waktu pagi serta petang.”
ataupun boleh pula membaca:
سُبْحَانَاللهِوَالْحَمْدُلِلّٰهِوَلاَإِلٰهَإِلاَّاللهُوَاللهُأَكْبَرُ
maksudnya:“ maha suci allah, seluruh puji untuk allah, tiada tuhan tidak hanya allah, allah maha besar.”
ketiga, membaca pesan al- fatihah. Sehabis melakukan rukun ini, disarankan membaca pesan al- alâ. Bersinambung ke ruku’, sujud, duduk di antara 2 sujud, serta seterusnya sampai berdiri lagi semacam shalat biasa.
Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak 5 kali seraya mengangkut tangan serta melafalkan“ allâhu akbar” semacam lebih dahulu. Di antara takbir- takbir itu, lafalkan kembali teks sebagaimana dipaparkan pada poin kedua. Setelah itu baca pesan al- fatihah, kemudian pesan al- ghâsyiyah. Bersinambung ke ruku’, sujud, serta seterusnya sampai salam.
Sekali lagi, hukum takbir bonus( 5 kali pada pada rakaat kedua ataupun 7 kali pada rakaat awal) ini sunnah sehingga apabila terjalin kelupaan mengerjakannya, tidak hingga menggugurkan keabsahan shalat identification.
Kelima, sehabis salam, jamaah tidak dianjurkan buru- buru kembali, melainkan mencermati khutbah idul fitri terlebih dulu sampai rampung. Kecuali apabila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah. Hadits ubaidullah bin abdullah bin utbah mengatakan:
السنةأنيخطبالإمامفيالعيدينخطبتينيفصلبينهمابجلوس
“ sunnah seseorang imam berkhutbah 2 kali pada shalat hari raya( idul fitri serta idul adha), serta memisahkan kedua khutbah dengan duduk.”( hr asy- syafi’ i) pada khutbah awal khatib disunnahkan mengawalinya dengan takbir sampai 9 kali, sebaliknya pada khutbah kedua membukanya dengan takbir 7 kali. Wallâhu a’ lam. 

Tata Cara Melaksanakan Shalat Jenazah

 Tata Cara Melakukan Shalat Jenazah 

https://pelajarannagamaislam.blogspot.com/2023/05/tata-cara-melaksanakan-shalat-jenazah.htmlHukum shalat jenazah ataupun sembahyang buat mayyit Muslim merupakan fardlu kifayah. Maksudnya, harus dilaksanakan minimun oleh satu orang. Apabila secara terencana sama sekali tidak terdapat yang menunaikannya hingga status dosa mengenai umat Islam secara universal. 

Menshalati merupakan salah satu kewajiban kifayah tidak hanya memandikan jenazah, mengafani, serta terakhir menguburnya. Secara teknis taa metode shalat jenazah berbeda dari tata metode shalat pada biasanya, lantaran tidak memakai gerakan ruku’, i’ tidal, serta sujud. 

Rukun- rukun yang wajib dilaksanakan dalam shalat jenazah antara lain hasrat, 4 kali takbir, berdiri( untuk orang yang sanggup), membaca Pesan Al- Fatihah, membaca shalawat atas Nabi SAW setelah takbir yang kedua, doa buat sang jenazah setelah takbir yang ketiga, serta salam. 

Berikut tata metode shalat jenazah secara berentetan yang dilansir dari Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi Kudus, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. 

Pertama, Niat. Niat harus digetarkan dalam hati. Apabila dilafalkan secara lisan hendak berbunyi:


Buat jenazah pria:


أُصَلِّيعَلَىهٰذَاالـمَيِّتِفَرْضًالِلّٰهِتَعَالَى 


Buat jenazah wanita:


أُصَلِّيعَلَىهٰذِهِالـمَيِّتَةِفَرْضًالِلّٰهِتَعَالَى 

Kedua, takbir serta dilanjutkan dengan membaca Pesan al- Fatihah. 

Ketiga, takbir lagi serta diteruskan dengan membaca shalawat Nabi:



اللَّهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ،وَعَلَىآلِسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ 

Akan lebih bagus apabila disambung:


كَمَاصَلَّيْتَعَلَىسَيِّدِنَاإِبْرَاهِيمَ،وَعَلَىآلِسَيِّدِنَاإِبْرَاهِيمَ،وَبَارِكْعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ،وَعَلَىآلِسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ،كَمَابَارَكْتَعَلَىسَيِّدِنَاإِبْرَاهِيمَ،وَعَلَىآلِسَيِّدِنَاإِبْرَاهِيمَ،فِيالْعَالَمِينَإِنَّكَحَمِيدٌمَجِيدٌ

 Keempat, usai membaca shalawat, takbir lagi serta membaca doa buat jenazah yang lagi dishalati:


Buat jenazah pria:


اَللَّهُمَّاغْفِرْلَهُوَارْحَمْهُوَعَافِهِوَاعْفُعَنْهُوَاجْعَلِاْلجَنَّةَمَثْوَاهُ.اللّهُمَّابْدِلْهُدَارًاخَيْرًامِنْدَارِهِ،وَزَوْجًاخَيْرًامِنْزَوْجِهِوَأَهْلًاخَيْراًمِنْأَهْلِهِ.اللَّهُمَّإِنَّهُنَزَلَبِكَوَأَنْتَخَيْرُمَنْزُوْلٍبِهِ.اَللَّهُمَّأَكْرِمْنُزولَهُووسِّعْمَدْخَلَهُ


Buat jenazah wanita:


اَللَّهُمَّاغْفِرْلَهاَوَارْحَمْهاَوَعَافِهَاوَاعْفُعَنْهاَوَاجْعَلِاْلجَنَّةَمَثْوَاهاَ.اللّهُمَّابْدِلْهاَدَارًاخَيْرًامِنْدَارِهَا،وَزَوْجًاخَيْرًامِنْزَوْجِهَاوَأَهْلًاخَيْراًمِنْأَهْلِهاَ.اللَّهُمَّإِنَّهُنَزَلَبِكَوَأَنْتَخَيْرُمَنْزُوْلٍبِهاَ.اَللَّهُمَّأَكْرِمْنُزولَهاَووسِّعْمَدْخَلَهاَ 

Kelima, takbir yang keempat kalinya, kemudian membaca:


Buat jenazah pria:


اللهُمّلاتَحرِمْناأَجْرَهُولاتَفْتِنّابَعدَهُ


Buat jenazah wanita:


اللهُمّلاتَحرِمْناأَجْرَهاولاتَفْتِنّابَعدَها 

Keenam, mengucapkan salam secara sempurna:


السَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ



Tata Cara Shalat Gerhana Matahari

 Tata Cara Shalat Gerhana Matahari 

https://pelajarannagamaislam.blogspot.com/2023/05/tata-cara-shalat-gerhana-matahari.htmlShalat gerhana matahari disarankan kala gerhana matahari terjalin. Tata metode shalat gerhana matahari sedikit berbeda dari shalat sunnah pada biasanya. Berikut ini kami sebutkan rangkaian penerapan shalat sunnah gerhana matahari.


1. Niat di dalam hati kala takbiratul ihram selaku imam ataupun makmum.


2. Mengucap takbir kala takbiratul ihram sembari hasrat di dalam hati.


3. Baca ta‘ awudz, Pesan Al- Fatihah, serta membaca pesan dalam Al- Qur’ an.


4. Rukuk.


5. Itidal.


6. Baca ta‘ awudz, Pesan Al- Fatihah, serta membaca pesan dalam Al- Qur’ an. 


7. Rukuk kedua.


8. Itidal kedua serta baca doa itidal. 


9. Sujud awal.


10. Duduk di antara 2 sujud.


11. Sujud kedua.


12. Duduk rehat ataupun duduk sejenak saat sebelum bangkit buat mengerjakan rakaat kedua.


13. Bangkit dari duduk, kemudian mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat awal. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat awal.


14. Sehabis sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud buat membaca tasyahud akhir.


15. Salam.


16. Istighfar serta doa. 

Adapun berikut ini beberapa perihal yang butuh dicermati dalam penerapan shalat sunnah gerhana matahari: 

1. Membenarkan lebih dahulu terjalin gerhana matahari. 

2. Shalat sunnah gerhana dicoba dikala gerhana lagi terjalin. 

3. Penerapan shalat sunnah gerhana disarankan secara berjamaah. Shalat sunnah gerhana bisa dicoba sendiri. 

4. Saat sebelum penerapan, jamaah shalat gerhana berjamaah bisa diingatkan dengan ungkapan,” As- Shalâtu jâmiah.”

5. Berikut ini lafal Niat shalat sunnah gerhana matahari selaku imam ataupun makmum:

أُصَلِّيْسُنَّةًلِكُسُوْفِالشَّمْسِاِمَامًا/مَأْمُوْمًالِلّهِتَعَالَى

6. Shalat gerhana terdiri atas 2 rakaat. 

7. Tiap rakaat terdiri atas 2 kali rukuk serta 2 kali sujud. 

8. Pada rukuk awal, imam serta makmum disarankan membaca tasbih sepanjang teks 100 ayat pada Pesan Al- Baqarah. Pada rukuk kedua, imam serta makmum disarankan membaca tasbih sepanjang teks 80 ayat pada Pesan Al- Baqarah. 

9. Bangun dari rukuk awal, jamaah kembali membaca Pesan Al- Fatihah serta pesan saat sebelum rukuk kedua. 

10. Pada rakaat awal, teks pesan awal lebih panjang daripada pesan kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, teks pesan awal lebih panjang daripada pesan kedua.